*Huntap Bukan Sekadar Rumah*
Gubernur menegaskan bahwa pembangunan Huntap tidak boleh dipahami semata-mata sebagai pembangunan rumah.
Kawasan relokasi harus dipersiapkan sebagai kawasan kehidupan baru yang dilengkapi dengan akses jalan, air bersih, sanitasi, fasilitas pendidikan dan kesehatan, rumah ibadah serta sarana pendukung kehidupan dan mata pencaharian masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya fokus membangun rumah. Setelah masyarakat pindah, mereka harus bisa hidup dengan baik. Karena itu pendidikan, kesehatan, air bersih, jalan dan mata pencaharian masyarakat harus dipikirkan sejak awal,” ujar Gubernur.
Kebutuhan pembangunan jalan, jembatan, irigasi, saluran irigasi, embung kecil dan sumber air bersih juga diminta untuk segera didata secara lengkap agar dapat dikoordinasikan dan diperjuangkan bersama kepada Pemerintah Pusat.
Penanganan pascabencana di dua kecamatan terdampak, Ile Bura dan Wulanggitang, harus dilakukan secara terpadu, mencakup perumahan, pendidikan, kesehatan, air bersih, infrastruktur serta pemulihan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan dan perikanan.
*Pendidikan dan Kesehatan Tetap Berjalan*
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Flores Timur Ignatius Boli Uran menjelaskan bahwa pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat terdampak tetap berjalan di kawasan hunian sementara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












