Daerah  

Soal Ekskavator di Tengah Krisis Pengungsi, Ini Jawaban Bupati Anton Doni Dihen

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 020624
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen//dok. Instagram ADD Official

LARANTUKA, kabartimor.com— Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen buka suara menjawab kritik terkait rencana Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ekskavator di tengah kondisi pengungsi terdampak erupsi Lewotobi yang masih menghadapi berbagai persoalan.

Kepada kabartimor.com via WhatsApp, Kamis (3/9/2026), Anton Doni Dihen menjelaskan bahwa kebutuhan ekskavator bukan semata-mata untuk pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut kesiapsiagaan menghadapi ancaman akses jalan terputus, terutama saat musim hujan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurutnya, sejumlah wilayah di Flores Timur, khususnya Ilebura dan Wulanggitang Selatan, memiliki kondisi geografis yang membuat mobilitas masyarakat sangat bergantung pada kesiapan alat berat.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Lebat Melanda Sejumlah Wilayah NTT

“Ilebura dan Wulanggitang Selatan itu tidak bisa bergerak kalau musim hujan,” tegas Anton.

“Ekskavator harus standby,” lanjutnya.

Ia mengatakan, selama ini Pemda Flotim masih mengandalkan ekskavator milik pihak swasta melalui mekanisme peminjaman. Persoalannya, alat tersebut tidak selalu tersedia ketika dibutuhkan.

“Selama ini pakai pinjam ke pihak swasta, kadang tersedia kadang tidak, kadang baik kadang dalam keadaan rusak,” ujarnya.

Baca Juga :  Melki Laka Lena & Kepala Daerah se-NTT Temui Menteri ESDM, Investasi Rp 4,2 Triliun untuk Garam, Perikanan & Listrik

Bukan Hanya Ilebura dan Wulanggitang

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung