FEATURE |KABARTIMOR.COM
Ada pemain yang bermain sepak bola. Ada pemain yang memenangkan trofi. Dan ada pemain yang, perlahan-lahan, menjadi bagian dari sejarah sebuah bangsa. Lionel Messi adalah yang terakhir.
Di balik tubuh mungilnya, kaki kirinya menyimpan cerita panjang tentang Argentina tentang harapan, kegagalan, air mata, kebangkitan, dan akhirnya kejayaan.
Kini, ketika perjalanan panjangnya bersama Timnas Argentina telah berakhir, yang tersisa bukan sekadar angka 207 pertandingan atau 125 gol. Yang tersisa adalah kisah tentang seorang bocah dari Rosario yang datang membawa mimpi kecil, lalu pergi sebagai legenda yang mengubah sejarah negaranya.
Bocah Kecil yang Datang Membawa Mimpi
Tahun 2005. Seorang bocah berusia 18 tahun mengenakan seragam biru-putih Argentina untuk pertama kalinya di level senior. Namanya Lionel Andres Messi.
Tidak banyak yang tahu saat itu bahwa anak muda bertubuh kecil itu kelak akan menjadi salah satu pemain terbesar yang pernah menyentuh bola.
Ia datang ke tim nasional dengan bakat luar biasa. Tetapi Argentina bukanlah tempat yang mudah bagi Messi.
Sebab di negeri itu, sepak bola bukan sekadar olahraga. Sepak bola adalah identitas.
Dan ketika seorang pemain memakai nomor 10 Argentina, bayang-bayang Diego Maradona selalu berada di belakangnya. Messi harus berjalan di bawah bayang-bayang legenda. Ia harus membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain hebat. Ia harus membuktikan bahwa ia mampu membawa Argentina menjadi juara.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












