“Terhadap dukungan dana yang diterima telah kami anggarkan pada Belanja Tidak Terduga, yang selanjutnya untuk dibelanjakan dan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa,” kata Johni.
Realisasi APBD 2026
Johni juga menyampaikan perkembangan realisasi keuangan daerah hingga 4 September 2026.
Pendapatan Daerah telah mencapai Rp3,07 triliun, atau 55,30 persen dari target Rp5,55 triliun.
Sementara realisasi Belanja Daerah mencapai Rp2,81 triliun, atau 52,94 persen dari rencana Rp5,31 triliun.
Pada sisi pembiayaan, Penerimaan Pembiayaan tercatat Rp362,01 miliar, atau 482,69 persen dari target awal Rp75 miliar.
“Memperhatikan realisasi APBD Tahun Anggaran 2026 sampai dengan kondisi tanggal 4 September 2026, pemerintah terus berupaya meningkatkan kinerja realisasinya dengan mendayagunakan segala sumber daya yang ada agar sejalan dengan kinerja pelayanan yang diberikan,” tegas Johni.
Pendapatan Turun, BTT Justru Naik
Dalam rancangan perubahan APBD 2026, Pemprov NTT melakukan sejumlah penyesuaian, termasuk efisiensi dan pergeseran anggaran.
Pendapatan Daerah disesuaikan turun 10,16 persen menjadi Rp4,98 triliun.
Pendapatan tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,10 triliun, Pendapatan Transfer sebesar Rp2,84 triliun, serta Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp45,36 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












