Sementara itu, Rencana Belanja Daerah diefisiensikan 5,22 persen menjadi Rp5,03 triliun.
Namun, di tengah efisiensi belanja tersebut, alokasi BTT justru melonjak 725,31 persen, dari alokasi sebelumnya menjadi Rp73,35 miliar.
Kenaikan BTT tersebut diarahkan untuk memprioritaskan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi Flores.
Selain BTT, alokasi Belanja Modal juga meningkat menjadi Rp218,17 miliar.
Untuk Pembiayaan Netto ditetapkan sebesar Rp48,53 miliar. Dengan perubahan tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp48.534.234.358.
Defisit tersebut sepenuhnya ditutup melalui surplus/pembiayaan netto dengan nominal yang sama. Dengan demikian, SiLPA Tahun Berkenaan ditetapkan Rp0 atau nihil.
DPRD Desak Perpanjangan Tanggap Darurat
Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD NTT asal Daerah Pemilihan IV, Junaidin, mendesak pemerintah mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat pascabencana gempa bumi Flores.
Status tanggap darurat diketahui akan berakhir pada 12 September 2026.
Menurut Junaidin, perpanjangan status tersebut penting mengingat masih banyak permukiman warga yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












