Daerah  

Nota Keuangan P-APBD 2026: BTT NTT Melonjak 725 Persen, Rp73,35 Miliar untuk Pulihkan Flores Pascagempa

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260907 WA0004
Penyerahan Nota Keuangan dan Ranperda tentang Perubahan APBD Provinsi NTT Tahun Anggaran 2026 dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma kepada pimpinan rapat, Kristien Samiyati Pati

Sementara itu, Rencana Belanja Daerah diefisiensikan 5,22 persen menjadi Rp5,03 triliun.

Namun, di tengah efisiensi belanja tersebut, alokasi BTT justru melonjak 725,31 persen, dari alokasi sebelumnya menjadi Rp73,35 miliar.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kenaikan BTT tersebut diarahkan untuk memprioritaskan penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi Flores.

Selain BTT, alokasi Belanja Modal juga meningkat menjadi Rp218,17 miliar.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Dukung Penuh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 

Untuk Pembiayaan Netto ditetapkan sebesar Rp48,53 miliar. Dengan perubahan tersebut, terdapat defisit anggaran sebesar Rp48.534.234.358.

Defisit tersebut sepenuhnya ditutup melalui surplus/pembiayaan netto dengan nominal yang sama. Dengan demikian, SiLPA Tahun Berkenaan ditetapkan Rp0 atau nihil.

DPRD Desak Perpanjangan Tanggap Darurat

Dalam rapat tersebut, Anggota DPRD NTT asal Daerah Pemilihan IV, Junaidin, mendesak pemerintah mempertimbangkan perpanjangan status tanggap darurat pascabencana gempa bumi Flores.

Baca Juga :  GEMPAR dan Wali Kota Kupang Sinergi Bangun Kota Bersih, Mandiri dan Berdaya Saing

Status tanggap darurat diketahui akan berakhir pada 12 September 2026.

Menurut Junaidin, perpanjangan status tersebut penting mengingat masih banyak permukiman warga yang mengalami kerusakan berat. Selain itu, keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung