“Tanpa komitmen kita tidak bisa memulai pekerjaan, tetapi tanpa konsistensi kita tidak akan bisa mengakhiri pekerjaan itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti tantangan pengelolaan air di Kota Kupang yang tidak hanya dipengaruhi perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, tetapi juga pertumbuhan jumlah penduduk yang menyebabkan kebutuhan air terus meningkat.
Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, Perumda Air Minum, pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, organisasi sosial kemasyarakatan, hingga komunitas dan LSM dalam mendukung pengelolaan sumber daya air secara terpadu.
“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tetapi kalau kita mau berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama,” katanya.
Wali Kota mengajak seluruh pihak untuk menjaga Kota Kupang sebagai bentuk tanggung jawab kepada generasi mendatang.
“Di setiap drainase yang kita perbaiki, di setiap mata air yang kita rawat, dan di setiap bendungan yang kita bangun, kita sedang menjaga generasi yang belum lahir,” ujarnya.
Menurutnya, Kota Kupang bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
Ketua Forum Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu Kota Kupang Periode 2026–2029, Roddialek Pollo, M.Si., Ph.D., menegaskan bahwa forum yang baru dikukuhkan tersebut memiliki fungsi utama membantu Pemerintah Kota Kupang dalam menjawab berbagai persoalan pengelolaan air.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












