Menurutnya, air merupakan sumber utama kehidupan yang kini menjadi tantangan serius di Kota Kupang, terutama saat memasuki musim kemarau. Ia menyebut kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan sosial bahkan konflik apabila tidak ditangani secara baik dan bersama-sama.
Ia menjelaskan, dalam struktur forum turut dibentuk divisi mediasi yang melibatkan tokoh-tokoh agama seperti pendeta, romo, ustaz, dan pemuka agama lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan masyarakat dalam menghadapi persoalan air.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat sangat penting karena pengelolaan air tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, swasta hingga organisasi sosial kemasyarakatan.
Roddialek juga menyampaikan bahwa tugas utama forum adalah memberikan gagasan dan rekomendasi terkait konservasi air, efisiensi penggunaan air, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Ia mengakui bahwa forum yang baru dibentuk tersebut masih berada pada tahap awal, namun optimistis dengan semangat kebersamaan dan dukungan Pemerintah Kota Kupang, forum tersebut mampu menghadirkan perubahan positif dalam beberapa tahun ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












