Messi: Dari Bocah Ajaib Menjadi Legenda, Kisah Panjang Tentang Air Mata, Kehilangan, dan Sebuah Mimpi yang Tak Pernah Mati

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 161826
Lionel Messi saat membawa Argentina juara piala dunia 2022 di Qatar. dok. Istimewa

Mungkin sebagian orang berharap Messi menutup karier dengan Piala Dunia 2026. Seperti film dengan akhir sempurna.

Tetapi kehidupan tidak selalu menulis cerita seperti itu. Kadang seorang legenda harus pergi setelah kalah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kadang seorang pahlawan harus meninggalkan lapangan dengan kepala tertunduk. Namun justru di situlah keindahan kisah Messi.

Ia mengajarkan bahwa kemenangan bukan hanya tentang berapa banyak trofi yang diangkat.

Baca Juga :  Inter Milan Pesta Gol, Lecce Tersungkur 0-3 di Kandang Sendiri

Kemenangan juga tentang berapa kali kita mampu bangkit setelah jatuh.

Messi pernah gagal. Pernah dicemooh. Pernah kalah di final. Pernah meninggalkan tim nasional.

Lalu kembali. Berjuang. Dan akhirnya memenangkan hampir semua yang dahulu terasa mustahil.

*Dari Bocah Ajaib, Menjadi Sejarah*

Lebih dari 20 tahun.  Dari seorang anak yang pertama kali memakai seragam Argentina. Menjadi kapten yang membawa negaranya menjuarai: Copa America 2021. Piala Dunia 2022.

Baca Juga :  Lomba Gerak Jalan Indah meriahkan Hardiknas Sukses di Gelar, Gubernur dan Wagub NTT Beri Apresiasi

Copa America 2024. Dan membawa Argentina kembali ke final Piala Dunia 2026.

Ia tidak memenangkan semuanya. Dan mungkin justru itu yang membuat kisahnya manusiawi. Sebab legenda bukanlah manusia yang tidak pernah kalah.

Legenda adalah manusia yang berkali-kali jatuh, tetapi memilih untuk berdiri lagi.

Kini nomor 10 itu telah meninggalkan panggung.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung