Messi: Dari Bocah Ajaib Menjadi Legenda, Kisah Panjang Tentang Air Mata, Kehilangan, dan Sebuah Mimpi yang Tak Pernah Mati

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 161826
Lionel Messi saat membawa Argentina juara piala dunia 2022 di Qatar. dok. Istimewa

Pada saat itu, bayang-bayang masa lalu seperti menghilang. Messi tidak lagi hanya dibandingkan dengan Maradona. Ia telah menciptakan kisahnya sendiri.

2024 — Sang Juara Belum Selesai

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Banyak orang mengira Qatar adalah akhir yang sempurna. Ternyata belum. Dua tahun kemudian, Messi kembali membawa Argentina juara Copa America 2024.

Dari pemain yang pernah menangis setelah dua final Copa America. Menjadi pemain yang memenangkan dua Copa America. Dari pemain yang pernah diragukan. Menjadi kapten yang membawa Argentina ke era kejayaan.

Baca Juga :  Momen Gubernur NTT Melki Laka Lena Menyapa Pemain Muda Peserta Soeratin Cup U-17

2026 — Bab Terakhir

Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir Messi bersama Argentina. Usianya 39 tahun. Langkahnya tidak secepat dulu, tetapi kecerdasan sepak bolanya tetap menyala.

Argentina kembali ke final. Untuk ketiga kalinya dalam karier Messi di Piala Dunia, ia berdiri di laga puncak.

Namun kali ini dongeng tidak berakhir dengan trofi. Argentina kalah 0-1 dari Spanyol.

Baca Juga :  Daftar Penghargaan dan Hadiah ETMC 2024/2025

Pada 31 Agustus 2026, dalam narasi ini Messi resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.

Ia pergi dengan 207 pertandingan dan 125 gol untuk Argentina. Ia meninggalkan tim nasional sebagai pemegang rekor penampilan dan pencetak gol terbanyak negaranya.

Bukan Akhir yang Sempurna. Tetapi Akhir yang Manusiawi

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung