Stadion akan tetap penuh. Bendera Argentina akan tetap berkibar. Anak-anak akan tetap bermain bola di jalanan Rosario.
Tetapi ada satu suara yang tidak akan pernah sama lagi ketika Argentina bermain:
“Messi! Messi! Messi!”
Ia mungkin tidak lagi berdiri di tengah lapangan. Namun kisahnya akan tetap hidup.
Di antara anak-anak yang belajar menggiring bola dengan kaki kiri. Di antara ayah yang menunjukkan video gol-golnya kepada anak. Di antara jutaan orang Argentina yang pernah menangis bersamanya.
Ia datang sebagai bocah ajaib. Ia pergi sebagai legenda. Bukan karena ia selalu menang. Tetapi karena ia tidak pernah berhenti mencoba.
Dan mungkin, itulah warisan terbesar Lionel Messi: Bahwa mimpi yang hampir mati pun masih layak diperjuangkan.
Selamat jalan, Leo. Nomor 10 boleh meninggalkan lapangan. Tetapi legenda tidak pernah benar-benar pensiun.
(*/ran/*)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












