Anton menyebut kebutuhan alat berat semakin mendesak karena terdapat sejumlah titik yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan cepat.
Ia secara khusus menyebut Nurabelen dan Nawokote, serta sejumlah titik pada jalur perlintasan jalan negara di Hokeng dan Dulipali.
Menurut Anton, keberadaan ekskavator yang dapat langsung digerakkan pemerintah menjadi penting ketika terjadi longsor atau gangguan akses akibat hujan. Dengan kondisi tersebut, pengadaan alat berat dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kemampuan respons cepat, bukan sekadar belanja barang.
Soal Pengungsi: Pemda Klaim Ambil Terobosan Jaminan Hidup
Menjawab kritik mengenai prioritas anggaran di tengah penderitaan pengungsi Lewotobi, Anton juga menyinggung kebijakan Dana Jaminan Hidup (Jadup) yang menurutnya merupakan salah satu langkah yang diambil Pemda Flotim.
“Dana Jaminan Hidup itu adalah terobosan yang kita ambil. Selama ini dipahami, hanya Pemerintah Pusat yang memberikan. Dan kita masih tunggu sampai sekarang, belum juga realisasi,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengambil langkah tersebut sembari menunggu realisasi bantuan jaminan hidup dari Pemerintah Pusat.
Menurut Anton, jika Pemerintah Pusat nantinya merealisasikan jaminan hidup, bantuan tersebut dapat diberikan selama enam bulan dengan nilai yang lebih tinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












