Barangkali Inilah Flores
Sebuah tanah yang pernah membuat manusia berlari menyelamatkan diri. Sebuah tanah yang membuat ibu memeluk anaknya lebih erat. Sebuah tanah yang membuat ribuan orang tidur berbulan-bulan di pengungsian. Sebuah tanah yang menangis ketika gempa datang. Sebuah tanah yang menghitam ketika abu Lewotobi turun. Tetapi juga sebuah tanah yang menolak mati.
Karena setelah gempa berhenti, orang-orang kembali berdiri. Setelah abu turun, orang-orang kembali menanam. Setelah rumah runtuh, orang-orang kembali membangun. Dan setelah air mata mengering, Flores akan kembali tersenyum.
Mungkin tidak seperti dahulu. Mungkin dengan bekas luka yang akan tinggal selamanya. Tetapi justru bekas luka itulah yang kelak menjadi cerita kepada anak cucu: bahwa mereka pernah kehilangan banyak hal, tetapi tidak pernah kehilangan harapan.
Sebab di Flores, ketika bumi berguncang dan gunung menggelegar, manusia boleh jatuh. Tetapi harapan tidak boleh ikut terkubur.
Dan mungkin, ketika hujan pertama akhirnya jatuh di atas tanah yang diselimuti abu, seorang petani akan kembali menggenggam tanah itu. Ia akan mencium tanahnya. Lalu berbisik pelan:
“Kita mulai lagi.”Dan dari kalimat sederhana itulah Flores akan kembali hidup.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












