KR – Kejadian memilukan terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika jenazah seorang bayi terpaksa diantar menggunakan sepeda motor karena keluarganya tidak mampu membayar biaya ambulans.
Pasangan suami istri, Yohanis Kunua dan Ovin Marlin Kunua, warga Desa Fatunaus, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.
Mereka mengalami cobaan berat setelah anak yang baru lahir meninggal dunia di RSUD WZ Yohanes Kupang pada Rabu, 26 Februari 2025.
Setelah bayi mereka dinyatakan meninggal dunia, pihak rumah sakit menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah ke kampung halaman.
Namun, keluarga diminta membayar biaya transportasi sebesar Rp 1.600.000. Karena keterbatasan biaya, mereka akhirnya memilih menyewa mobil pikap dengan ongkos Rp 800.000.
“Kami terpaksa pakai pikap karena tidak ada uang lagi untuk sewa ambulans,” ujar Yohanis Kunua.
Perjalanan membawa jenazah bayi tersebut pun tidak mudah. Mobil pikap hanya bisa mengantar sampai pertengahan jalan karena kondisi jalan yang rusak parah.
“Jenazah kami turunkan di sekitar observatorium dan mobil pikap kembali ke Kupang,” ungkap Yohanis.
Tak ada pilihan lain, peti jenazah kemudian diangkut menggunakan ojek sepeda motor menuju rumah duka di Desa Fatunaus. Untuk melindungi dari hujan, peti tersebut dibungkus dengan kantong plastik dan diikat pada sepeda motor.












