Daerah  

Flores, Ketika Bumi Menangis: Diantara Puing, Abu Lewotobi, dan Doa Yang Tak Pernah Selesai

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260907 132753
Gunung Lewotobi adalah gunung berapi kembar terletak di bagian tenggara pulau Flores. Gunung Lewotobi tersusun dari gunung Lewotobi laki-laki dan Gunung Lewotobi perempuan. dok.instagram @simon_nanny

Barangkali inilah wajah Flores yang paling jujur.
Orang yang sedang lapar masih bisa memberikan makanan. Orang yang kehilangan rumah masih bisa mengetuk pintu rumah orang lain. Orang yang sedang menangis masih bisa mengusap air mata orang lain.

Dan mungkin Tuhan memang menaruh kekuatan paling besar pada manusia bukan ketika ia memiliki segalanya tetapi ketika ia kehilangan banyak hal dan masih memilih untuk berbagi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Abu Yang Hari Ini Menutup Daun, Suatu Hari Bisa Menumbuhkan Kehidupan

Baca Juga :  Fraksi PSI NTT Bergerak ke Flores, Bawa Bantuan untuk Korban Gempa M7,7

Ada sebuah rahasia besar yang disimpan gunung.
Letusan memang membawa kematian, ketakutan dan kehancuran. Tetapi setelah waktu berjalan, alam memiliki cara sendiri untuk menyembuhkan luka.

Abu vulkanik dapat membawa unsur hara seperti fosfor dan kalium. Setelah mengendap, terurai dan mengalami proses pelapukan, material vulkanik dapat berkontribusi terhadap kesuburan tanah dan membantu memperbaiki struktur tanah serta kemampuan menyimpan air.

Baca Juga :  Daftar Beasiswa SmartPath 2024: Kesempatan Magang, Sertifikasi Nasional, dan Pengembangan Karir

Namun proses itu tidak terjadi dalam semalam.
Abu yang terlalu tebal justru dapat merusak tanaman, menutup daun, menghambat fotosintesis dan menyebabkan gagal panen. Pada tanaman mete yang terdampak abu Lewotobi, sebuah studi mencatat penurunan produktivitas sekitar 30–50 persen pada lokasi penelitian.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung