FEATURE! KABAR TIMOR
Ada tanah yang begitu mudah memberi.
Hujan datang, tanaman tumbuh.
Air tersedia, sawah menghijau.
Tanah disentuh cangkul, kehidupan muncul.
Tetapi Flores dan Nusa Tenggara bukan tanah seperti itu.
Di sini, manusia belajar bahwa kehidupan tidak selalu tumbuh dari kemudahan. Ia tumbuh dari kesabaran. Dari batu. Dari lereng-lereng gunung. Dari abu vulkanik. Dari hujan yang kadang datang terlambat. Bahkan dari tanah yang pada musim tertentu tampak kering, retak dan seolah-olah kehilangan harapan.
Namun anehnya, justru dari tanah seperti itulah manusia terus menanam. Terus menunggu. Terus percaya.
*DI NEGERI INI, TANAH PUNYA CERITA*
Flores bukan sekadar sebuah pulau. Ia adalah halaman panjang dari sejarah geologi Indonesia.
Gunung-gunung api berdiri di sepanjang bentang alamnya. Di bawah permukaan, proses tektonik terus bekerja. Batuan terbentuk, terangkat, pecah, lapuk, kemudian kembali menjadi bagian dari tanah.
Di tempat lain, panas matahari begitu kuat. Musim kering datang panjang. Hujan tidak selalu turun ketika manusia membutuhkannya.
Tetapi tanah tetap menyimpan kehidupan. Dan ketika hujan akhirnya datang, tanah yang tampak mati itu perlahan berubah. Hijau muncul. Rumput tumbuh. Benih pecah. Ladang kembali bernapas.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












