Daerah  

FLORES DAN NUSA TENGGARA: Tanah yang Ditempa Api, Diuji Kekeringan, Namun Tak Pernah Berhenti Memberi Kehidupan

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260906 205735

FEATURE! KABAR TIMOR

Ada tanah yang begitu mudah memberi.
Hujan datang, tanaman tumbuh.
Air tersedia, sawah menghijau.
Tanah disentuh cangkul, kehidupan muncul.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tetapi Flores dan Nusa Tenggara bukan tanah seperti itu.

Di sini, manusia belajar bahwa kehidupan tidak selalu tumbuh dari kemudahan. Ia tumbuh dari kesabaran. Dari batu. Dari lereng-lereng gunung. Dari abu vulkanik. Dari hujan yang kadang datang terlambat. Bahkan dari tanah yang pada musim tertentu tampak kering, retak dan seolah-olah kehilangan harapan.

Baca Juga :  Keluhan Penumpang Kapal ASDP Kupang Terkait Biaya Admin Tiket Online

Namun anehnya, justru dari tanah seperti itulah manusia terus menanam. Terus menunggu. Terus percaya.

*DI NEGERI INI, TANAH PUNYA CERITA*
Flores bukan sekadar sebuah pulau. Ia adalah halaman panjang dari sejarah geologi Indonesia.

Gunung-gunung api berdiri di sepanjang bentang alamnya. Di bawah permukaan, proses tektonik terus bekerja. Batuan terbentuk, terangkat, pecah, lapuk, kemudian kembali menjadi bagian dari tanah.

Baca Juga :  Mendadak! Kakanwil Ditjenpas NTT Maliki Periksa Benda Berbahaya di Warga Binaan Lapas Kupang

Di tempat lain, panas matahari begitu kuat. Musim kering datang panjang. Hujan tidak selalu turun ketika manusia membutuhkannya.

Tetapi tanah tetap menyimpan kehidupan. Dan ketika hujan akhirnya datang, tanah yang tampak mati itu perlahan berubah. Hijau muncul. Rumput tumbuh. Benih pecah. Ladang kembali bernapas.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung