Daerah  

FLORES DAN NUSA TENGGARA: Tanah yang Ditempa Api, Diuji Kekeringan, Namun Tak Pernah Berhenti Memberi Kehidupan

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260906 205735

*FLORES: KETIKA BENCANA DAN BERKAH BERDIRI BERSEBELAHAN*
Di pulau ini, manusia hidup sangat dekat dengan kekuatan alam.

Gunung api dapat memberi tanah. Tetapi gunung api juga dapat menguji manusia. Hujan memberi kehidupan. Tetapi hujan deras di lereng yang rapuh dapat membawa longsor. Laut memberi ikan. Tetapi laut juga menyimpan ancaman tsunami. Tanah memberi hasil. Tetapi tanah yang sama membutuhkan perlindungan dari erosi.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tidak ada hadiah alam yang benar-benar datang tanpa tanggung jawab. Itulah hukum yang diam-diam ditulis bumi di Flores dan Nusa Tenggara.

Baca Juga :  Dari Langit Dunia: Bobby Lianto Bawa Kabar Besar Lobi Maskapai Raksasa ke NTT

*DAN MUNGKIN ITULAH YANG MEMBUAT MANUSIANYA KUAT*
Orang yang tumbuh di tanah yang mudah mungkin belajar menikmati hasil. Tetapi orang yang tumbuh di tanah yang sulit belajar menghargai proses.

Mereka tahu bagaimana rasanya menunggu hujan. Tahu bagaimana rasanya melihat kebun mengering. Tahu bahwa sebutir jagung bukan sekadar makanan.

Di baliknya ada tanah. Ada hujan. Ada keringat. Ada doa. Ada harapan. Dan ada ketabahan.

Baca Juga :  BMKG Update Cuaca Malam NTT, Hujan Lebat Hingga 23.00 WITA

Karena itu, jangan pernah menganggap tanah Flores dan Nusa Tenggara sebagai tanah yang miskin hanya karena sebagian lanskapnya tampak kering.

Kering bukan berarti mati.
Sulit bukan berarti miskin.
Dan kerasnya alam bukan berarti kecilnya kehidupan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung