LARANTUKA, kabartimor.com— Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen buka suara menjawab kritik terkait rencana Pemerintah Kabupaten Flores Timur mengalokasikan anggaran untuk pengadaan ekskavator di tengah kondisi pengungsi terdampak erupsi Lewotobi yang masih menghadapi berbagai persoalan.
Kepada kabartimor.com via WhatsApp, Kamis (3/9/2026), Anton Doni Dihen menjelaskan bahwa kebutuhan ekskavator bukan semata-mata untuk pembangunan infrastruktur, tetapi menyangkut kesiapsiagaan menghadapi ancaman akses jalan terputus, terutama saat musim hujan.
Menurutnya, sejumlah wilayah di Flores Timur, khususnya Ilebura dan Wulanggitang Selatan, memiliki kondisi geografis yang membuat mobilitas masyarakat sangat bergantung pada kesiapan alat berat.
“Ilebura dan Wulanggitang Selatan itu tidak bisa bergerak kalau musim hujan,” tegas Anton.
“Ekskavator harus standby,” lanjutnya.
Ia mengatakan, selama ini Pemda Flotim masih mengandalkan ekskavator milik pihak swasta melalui mekanisme peminjaman. Persoalannya, alat tersebut tidak selalu tersedia ketika dibutuhkan.
“Selama ini pakai pinjam ke pihak swasta, kadang tersedia kadang tidak, kadang baik kadang dalam keadaan rusak,” ujarnya.
Bukan Hanya Ilebura dan Wulanggitang
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












