Messi: Dari Bocah Ajaib Menjadi Legenda, Kisah Panjang Tentang Air Mata, Kehilangan, dan Sebuah Mimpi yang Tak Pernah Mati

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 161826
Lionel Messi saat membawa Argentina juara piala dunia 2022 di Qatar. dok. Istimewa

Stadion akan tetap penuh. Bendera Argentina akan tetap berkibar. Anak-anak akan tetap bermain bola di jalanan Rosario.

Tetapi ada satu suara yang tidak akan pernah sama lagi ketika Argentina bermain:

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Messi! Messi! Messi!”

Ia mungkin tidak lagi berdiri di tengah lapangan.  Namun kisahnya akan tetap hidup.

Baca Juga :  Lusa Perseftim Tiba di Larantuka, Yohanes Kopong: Kita Pulang dari Perang

Di antara anak-anak yang belajar menggiring bola dengan kaki kiri. Di antara ayah yang menunjukkan video gol-golnya kepada anak. Di antara jutaan orang Argentina yang pernah menangis bersamanya.

Ia datang sebagai bocah ajaib.  Ia pergi sebagai legenda.  Bukan karena ia selalu menang. Tetapi karena ia tidak pernah berhenti mencoba.

Dan mungkin, itulah warisan terbesar Lionel Messi:  Bahwa mimpi yang hampir mati pun masih layak diperjuangkan.

Baca Juga :  Gubernur NTT Pimpin Tim Forkompinda di Laga Pembuka ETMC

Selamat jalan, Leo.  Nomor 10 boleh meninggalkan lapangan. Tetapi legenda tidak pernah benar-benar pensiun.

 

(*/ran/*)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung