Daerah  

Wali Kota Yang Menyusuri Luka Flores: Lima Hari Menjemput Harapan di Tengah Gempa dan Erupsi Lewotobi 

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
file 0000000025788211a473e0a7786f16f6
Dari Labuan Bajo hingga Sikka, dr. Christian Widodo membawa bantuan, menembus jarak dan guncangan gempa serta erupsi Gunung Lewotobi.

Perjalanan yang sebelumnya merupakan misi kemanusiaan berubah menjadi perjalanan panjang untuk mencari jalan pulang.

Sabtu, 29 Agustus, perjalanan itu akhirnya menemukan ujungnya. Dari Larantuka, Christian dan rombongan kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Lima hari telah berlalu. Lima hari menempuh jalan panjang di Flores. Lima hari menyaksikan bagaimana bencana meninggalkan jejaknya pada manusia.

Tetapi perjalanan itu juga menunjukkan sesuatu yang lain: bahwa di antara reruntuhan, selalu ada ruang untuk solidaritas. Di antara ketakutan, masih ada keberanian untuk datang.

Baca Juga :  Baru Dipercaya Menjabat, PJ Kades di Kobalima Ini Langsung Coret Warganya Dari BLT DD

Christian mungkin datang sebagai Wali Kota Kupang. Tetapi di Flores, ia datang membawa wajah yang lebih sederhana: seorang saudara yang mengetuk pintu rumah saudara lainnya ketika rumah itu sedang dilanda duka.

Sebab gempa boleh mengguncang tanah. Erupsi boleh mengubah arah perjalanan. Jalan boleh panjang dan melelahkan. Namun rasa kemanusiaan tidak mengenal batas kabupaten, kota, maupun pulau.

Baca Juga :  RS Pratama Kualin Belum Penuhi Standar Minimal ASPAK 60%

Satu pulau terluka, yang lain datang membantu.

Dan mungkin, itulah makna paling dalam dari perjalanan lima hari seorang Wali Kota yang memilih tidak hanya mengirim bantuan tetapi menyusuri sendiri luka Flores, untuk menjemput harapan dari tengah-tengah mereka yang sedang berduka.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung