Pertanyaan itu sederhana.
Mengapa seorang wali kota harus menempuh perjalanan panjang dari Labuan Bajo hingga Sikka hanya untuk mengantar bantuan?
Christian punya jawabannya.
“`Kenapa saya harus datang sendiri? Karena saya ingin mengajak teman-teman dari daerah lain untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan kepada warga terdampak di Flores`.”
Pesan itu terdengar dari para pemimpin daerah yang ditemuinya. Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, mengatakan kehadiran Christian memberikan semangat dan kebangkitan moril.
Di Ende, Wakil Bupati Dr. drg. Dominikus Minggu Mere, M.Kes., menyampaikan apresiasi. Sementara di Sikka, Bupati Juventus Prima Yoris Kago, SH., menilai kehadiran itu menjadi kekuatan bagi mereka.
Anggota DPRD Provinsi NTT dapil Manggarai Raya, Yohanes Rumat, bahkan menyebut: “`Menurut saya, dari 22 kepala daerah kabupaten/kota, Wali Kota Kupanglah yang terbaik`.”
*Ketika Langit Lewotobi Mengubah Jalan Pulang*
Enam kabupaten telah disusuri. Bantuan telah diserahkan. Namun Flores belum selesai memberi ujian.
Saat hendak kembali ke Kupang dari Maumere, Sikka, penerbangan yang akan ditumpangi Christian dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi.
Rencana pulang berubah. Tidak ada pilihan selain kembali menempuh jalan darat. Dari Maumere, perjalanan dilanjutkan menuju Larantuka, Flores Timur, di Ujung Timur Nusa Bunga, untuk mencari alternatif penerbangan menuju Kupang.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












