Bupati Anton memberikan argumentasi dari sisi lain. Bagi pemerintah daerah, memiliki alat berat sendiri berarti mengurangi ketergantungan kepada pihak swasta sekaligus memastikan respons dapat dilakukan ketika akses jalan terganggu.
Perdebatan itu kini bukan sekadar soal membeli ekskavator atau tidak, tetapi menyangkut bagaimana pemerintah daerah menyeimbangkan kebutuhan darurat pengungsi dengan kebutuhan kesiapsiagaan menghadapi ancaman berikutnya.
Di tengah Flores Timur yang masih berusaha bangkit dari dampak Lewotobi, pemerintah dituntut bukan hanya hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bergerak cepat ketika jalan kembali tertutup, hujan turun, dan masyarakat kembali terisolasi.
(ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












