Daerah  

Soal Ekskavator di Tengah Krisis Pengungsi, Ini Jawaban Bupati Anton Doni Dihen

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260904 020624
Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen//dok. Instagram ADD Official

Anton menyebut kebutuhan alat berat semakin mendesak karena terdapat sejumlah titik yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan cepat.

Ia secara khusus menyebut Nurabelen dan Nawokote, serta sejumlah titik pada jalur perlintasan jalan negara di Hokeng dan Dulipali.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Anton, keberadaan ekskavator yang dapat langsung digerakkan pemerintah menjadi penting ketika terjadi longsor atau gangguan akses akibat hujan. Dengan kondisi tersebut, pengadaan alat berat dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kemampuan respons cepat, bukan sekadar belanja barang.

Baca Juga :  Tinjau Puskesmas Nangaroro, Gubernur Melki Apresiasi Nakes Tetap Layani Masyarakat di Tengah Bencana

Soal Pengungsi: Pemda Klaim Ambil Terobosan Jaminan Hidup

Menjawab kritik mengenai prioritas anggaran di tengah penderitaan pengungsi Lewotobi, Anton juga menyinggung kebijakan Dana Jaminan Hidup (Jadup) yang menurutnya merupakan salah satu langkah yang diambil Pemda Flotim.

“Dana Jaminan Hidup itu adalah terobosan yang kita ambil. Selama ini dipahami, hanya Pemerintah Pusat yang memberikan. Dan kita masih tunggu sampai sekarang, belum juga realisasi,” katanya.

Baca Juga :  Rekrutan Petugas KPPS Pemilu 2024 Akan Dimulai Desember, Segini Gaji dan Santunannya

Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengambil langkah tersebut sembari menunggu realisasi bantuan jaminan hidup dari Pemerintah Pusat.

Menurut Anton, jika Pemerintah Pusat nantinya merealisasikan jaminan hidup, bantuan tersebut dapat diberikan selama enam bulan dengan nilai yang lebih tinggi.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung