Daerah  

SAPA TANA, Jejak Kasih Pertamina untuk Bumi dan Petani

Avatar photo
IMG 20251006 WA0042

Perencana Ahli Madya Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Maurinus W. Gili Tibo, mengapresiasi terobosan ini sebagai langkah solutif dalam mengatasi persoalan pupuk dan sampah organik.

“Program ini menjadi solusi nyata bagi dua tantangan petani: produksi pertanian dan pengelolaan sampah. Sampah organik kini bisa bernilai dan meningkatkan pendapatan keluarga,” jelasnya.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Kangae, Heribertus Patrisius, S.P., menilai keterlibatan Pertamina Patra Niaga sebagai angin segar bagi petani di Sikka.

Baca Juga :  Haerain Kembali Jadi Tuan Rumah Bagi 2 Desa Tetangga Penyaluran Bansos - PKH, Begini Harapan KPM Untuk Presiden Jokowi

“Dukungan perusahaan terhadap penyuluhan pertanian jarang terjadi di sini. Karena itu, inisiatif FT Maumere patut diapresiasi tinggi,” ujarnya.

Program SAPA TANA merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

Poin 2: Tanpa Kelaparan

Poin 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Baca Juga :  Syarat KIP Kuliah 2025: Wajib Terdaftar di DTKS, Begini Cara Daftarnya

Poin 15: Ekosistem Daratan

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program ini.

“Program SAPA TANA adalah cerminan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menghadirkan solusi nyata dari kebutuhan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat,” tutur Ahad.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung