Daerah  

Flores, Ketika Bumi Menangis: Diantara Puing, Abu Lewotobi, dan Doa Yang Tak Pernah Selesai

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260907 132753
Gunung Lewotobi adalah gunung berapi kembar terletak di bagian tenggara pulau Flores. Gunung Lewotobi tersusun dari gunung Lewotobi laki-laki dan Gunung Lewotobi perempuan. dok.instagram @simon_nanny

Barangkali Inilah Flores
Sebuah tanah yang pernah membuat manusia berlari menyelamatkan diri. Sebuah tanah yang membuat ibu memeluk anaknya lebih erat. Sebuah tanah yang membuat ribuan orang tidur berbulan-bulan di pengungsian. Sebuah tanah yang menangis ketika gempa datang. Sebuah tanah yang menghitam ketika abu Lewotobi turun. Tetapi juga sebuah tanah yang menolak mati.

Karena setelah gempa berhenti, orang-orang kembali berdiri. Setelah abu turun, orang-orang kembali menanam. Setelah rumah runtuh, orang-orang kembali membangun. Dan setelah air mata mengering, Flores akan kembali tersenyum.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Mungkin tidak seperti dahulu. Mungkin dengan bekas luka yang akan tinggal selamanya. Tetapi justru bekas luka itulah yang kelak menjadi cerita kepada anak cucu: bahwa mereka pernah kehilangan banyak hal, tetapi tidak pernah kehilangan harapan.

Baca Juga :  Pertamina Siaga di Tengah Gempa Flores, Pastikan Energi Aman dan Salurkan Bantuan

Sebab di Flores, ketika bumi berguncang dan gunung menggelegar, manusia boleh jatuh. Tetapi harapan tidak boleh ikut terkubur.

Dan mungkin, ketika hujan pertama akhirnya jatuh di atas tanah yang diselimuti abu, seorang petani akan kembali menggenggam tanah itu. Ia akan mencium tanahnya. Lalu berbisik pelan:
“Kita mulai lagi.”Dan dari kalimat sederhana itulah Flores akan kembali hidup.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung