Dari Jakarta, donatur utama pembangunan, Bapak Widodo, turut menyampaikan pesan melalui teks pidatonya.
Ia mengungkapkan rasa syukur dapat berpartisipasi dalam karya iman umat Dokeng.
“Gereja ini dibangun dengan semangat kebersamaan. Semoga menjadi tanda persaudaraan dan perdamaian di antara kita semua,” ujar Widodo.
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, 25 bibit pohon pucuk merah ditanam di sekitar gereja.
Selain itu, ia mengumumkan rencana proyek air bersih bagi Gereja Santo Yosef dan masyarakat sekitar, dengan tiga sumber air yang telah ditemukan melalui survei satelit.
Proyek ini akan dimulai 15 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai sebelum Natal 2025, di bawah pengawasan tim teknis dari Jakarta dan panitia lokal.
“Kami mohon doa agar proyek ini berjalan lancar dan menjadi berkat bagi seluruh masyarakat Dokeng,” tambahnya.
Peresmian Kapela Santo Yosef Dokeng menjadi tonggak bersejarah bagi umat di pegunungan Adonara.
Bangunan gereja yang megah di tengah alam pegunungan menjadi simbol iman, persaudaraan, dan harapan baru bagi umat Dokeng dan sekitarnya.
“Semoga rumah Tuhan ini menjadi rumah damai dan kasih bagi semua orang,” tutup Mgr. Fransiskus Kopong Kung.
Reporter: HN
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












