Ia mengaitkan perayaan ini dengan Tahun Yubileum Rahmat yang bertema “Berdiri Teguh di dalam Iman dan Berpengharapan”, seraya menjelaskan makna pembukaan pintu gereja sebagai simbol keterbukaan hati terhadap kasih Allah.
“Sebagaimana Bapa Suci membuka Pintu Suci di Basilika Santo Petrus, hari ini kita pun membuka pintu hati kita pintu menuju perjumpaan dengan Kristus,” tuturnya.
Uskup juga menyinggung kisah tokoh Naaman dan sepuluh orang kusta yang disembuhkan Yesus, sebagai teladan kerendahan hati dan rasa syukur yang membuka pintu rahmat Tuhan.
Dalam sambutannya, Mgr. Fransiskus menyampaikan rasa bangga kepada umat Stasi Dokeng atas semangat gotong royong dan persaudaraan dalam membangun rumah Tuhan.
Ia menegaskan bahwa semangat itu mencerminkan nilai luhur lokal “Beleba Broit”, yang berarti “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.”
“Hari ini saya melihat semangat Beleba Broit itu hidup di Dokeng. Inilah warisan leluhur yang harus terus dijaga, karena semangat ini juga adalah semangat Kristus yang memikul salib bagi kita,” ungkapnya.
Uskup juga menyampaikan terima kasih kepada Pastor Paroki, Dewan Pastoral, panitia pembangunan, para suster FMM, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa dan kabupaten atas dukungan mereka dalam mewujudkan pembangunan kapela ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












