Dan ketika matahari mulai tenggelam di ufuk barat, sinar lembut senja menyoroti salib di puncak kapela baru tanda bahwa iman Katolik di Tanah Boleng terus bertumbuh dalam damai, cinta, dan pengharapan.
Perlahan acara dimulai dengan penjemputan adat bagi rombongan Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr., Pastor Paroki Tanah Boleng Romo Aloysius Dore, Pr., para pastor pendamping, dan para suster FMM di depan gapura kapela.
Rombongan disambut dengan seremoni adat “Wua Wayak” dan “Bau Lolon”, diiringi tarian tradisional Hedung, dentangan gong, dan tabuhan gendang yang menggema di seluruh kampung.
Kehadiran Mgr. Fransiskus menjadi momen bersejarah bagi umat, karena untuk pertama kalinya seorang uskup menginjakkan kaki di Desa Dokeng. Suasana haru dan gembira menyelimuti umat yang memenuhi halaman gereja sejak pagi.
“Dentangan gong, gendang, dan tarian adat hari ini adalah ungkapan kegembiraan umat Dokeng atas kunjungan gembala mereka,” ujar salah satu tokoh umat setempat.
Dalam homilinya, Uskup Fransiskus menegaskan bahwa peristiwa pemberkatan ini bukan sekadar peresmian bangunan fisik, melainkan buah dari iman umat yang hidup dan hati yang terbuka kepada Tuhan serta sesama.
“Gereja ini adalah tanda nyata dari iman umat Dokeng. Ini bukan sekadar rumah Tuhan, tetapi rumah kita bersama tempat di mana kasih, pengharapan, dan iman bertemu,” ujar Mgr. Fransiskus.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












