Berdasarkan pola peluruhan tersebut, gempa susulan diperkirakan masih berlangsung sekitar 3–4 minggu setelah gempa utama.
Masih Ada Gempa yang Dirasakan
Pada Jumat, 4 September 2026, aktivitas kegempaan di wilayah Flores juga masih tercatat BMKG. Data real-time BMKG mencatat sejumlah gempa di kawasan Flores pada hari tersebut, termasuk gempa yang dirasakan di Kabupaten Manggarai dan wilayah Nagekeo-Sikka.
Gempa utama M7,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 dan bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust. BMKG menyatakan gempa utama tersebut merupakan gempa dangkal dengan mekanisme sesar naik dan kemudian diikuti aktivitas gempa susulan yang sangat tinggi.
Dengan masih tingginya aktivitas seismik tersebut, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi dan tetap mengikuti pemutakhiran informasi kegempaan dari BMKG.
(*/ran)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












