Daerah  

Dana Bantuan Gempa Flores Diawasi Berlapis, Gubernur Melki: Tak Boleh Ada Celah Korupsi

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260822 WA0068
Gubenur Melki Laka Lena menegaskan bahwa tidak ada celah sedikitpun untuk penyalahgunaan dana Gempa Flores//dok. Gubernur Melki saat turun langsung menemui korban gempa Flores. Bentuk komitmennya dalam percepatan penangananpasca gempa tersebut adalah berkantor di Flores.

Jangan Salah Kelola Dana Bencana

Namun, besarnya anggaran juga membawa konsekuensi pengawasan yang tidak boleh longgar.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Melki meminta pemerintah kabupaten di delapan daerah penerima bantuan segera mengoptimalkan anggaran tersebut sesuai petunjuk teknis kementerian dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setiap rupiah, kata dia, harus diarahkan untuk kebutuhan masyarakat terdampak dan proses pemulihan wilayah, bukan untuk kepentingan di luar tujuan penanganan bencana.

Baca Juga :  Jumlah Personel Gabungan Amankan Pekan Suci Paskah 2025 di Labuan Bajo

Ia juga meminta para bupati bersama jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa melakukan pemetaan menyeluruh terhadap seluruh titik terdampak.

Pemetaan itu penting agar kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi secara akurat dan bantuan tidak salah sasaran.

Korban dan Kerusakan Terus Bertambah

Berdasarkan data BPBD Provinsi NTT per 4 September 2026, sebanyak 130 orang meninggal dunia, sementara 96.385 warga mengungsi akibat gempa.

Baca Juga :  Diduga Jadi Calo Proyek,Ahli Hukum Pidana Mikhael Feka Minta Bupati Malaka Nonaktifkan Walpri 

Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut juga menyebabkan 99.568 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, sebanyak 600 rumah ibadah, 2.633 fasilitas pendidikan, 673 kantor pemerintah, dan 663 fasilitas kesehatan turut terdampak.

Penanganan masyarakat dan wilayah terdampak masih berlangsung. Status tanggap darurat saat ini ditetapkan hingga 12 September 2026.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung