Daerah  

Bermodal Rp70 Ribu, Anak Desa Ini Sukses Jadi Penemu Biofar SS

Avatar photo
IMG 20260731 WA0156

KR – Kisah perjuangan seorang anak desa yang memulai perjalanan hidup hanya dengan bekal Rp70 ribu kini menginspirasi dunia akademik.

Muhammad Ja’far Hasibuan resmi meluncurkan buku berjudul “Penemu Biofar SS: Anak Desa dari 70 Ribu Mendunia” dalam seminar dan bedah buku berskala internasional yang digelar di Aula G Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Acara yang diselenggarakan Mega Press Nusantara tersebut menjadi ajang pertemuan para akademisi, peneliti, praktisi, hingga pembuat kebijakan dari berbagai disiplin ilmu.

Baca Juga :  Daftar Beasiswa SmartPath 2024: Kesempatan Magang, Sertifikasi Nasional, dan Pengembangan Karir

Sekitar 500 peserta hadir secara langsung, sementara 1.500 peserta lainnya mengikuti secara daring.

Kegiatan itu mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional RI, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Muhammad Ja’far Hasibuan, mahasiswa Semester I Program Magister Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU), mengatakan peluncuran bukunya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk berhenti berkarya.

Baca Juga :  Lapas Kelas IIA Kupang Gandeng P2AT untuk Atasi Kendala Air Bersih

“Peluncuran ini menjadi bukti bahwa keterbatasan sosial dan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar akademik dan berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Ja’far kepada awak media, Jumat (31/7/2026).

Dari Anak Yatim Hingga Penemu Biofar SS

Dalam bukunya, Ja’far mengisahkan perjalanan hidup sebagai anak yatim asal desa terpencil di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung