Daerah  

111 Nyawa Pergi, Ribuan Rumah Terluka: Marinus Manis Minta Negara Hadir Penuh di Flores

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260831 WA0309

Kupang, kabartimor – Tanah Flores pernah berguncang hebat. Namun, yang paling menyakitkan bukan hanya getaran bumi, melainkan ketika rumah-rumah runtuh, tempat tinggal hilang, dan 111 nyawa harus pergi meninggalkan orang-orang yang mereka cintai.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan luka panjang bagi masyarakat.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Data mencatat 111 orang meninggal dunia dan 1.631 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, 95.567 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Baca Juga :  Kenali Sosok Aloisius Bria Nahak Belum Menjabat Tapi Sudah Buktikan Dengan Kerja Nyata

Di tengah duka tersebut, gempa susulan masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 10.232 kejadian gempa susulan, meski grafik aktivitasnya mulai menunjukkan kecenderungan menurun.

Puluhan ribu warga juga masih bertahan di tempat-tempat pengungsian. Kabupaten Manggarai dan Nagekeo menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi yang cukup besar.

Di tengah situasi itu, suara dari parlemen daerah kembali mengingatkan pemerintah agar tidak berhenti pada angka bantuan, tetapi melihat manusia yang berada di balik angka tersebut.

Baca Juga :  Bank NTT dan Bank Jatim Resmi Tandatangani MoU Pembentukan KUB

Anggota DPRD NTT dari Komisi II, Marinus Manis, yang mewakili daerah pemilihan NTT 5 meliputi Sikka, Ende, Nagekeo dan Ngada, menilai bantuan pemerintah bagi korban gempa masih jauh dari harapan.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung