KUPANG, kabartimor.com—Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore, menegaskan perjalanan pembangunan NTT selama 67 tahun adalah sebuah estafet kepemimpinan. Program boleh berbeda, jargon boleh berganti, namun tujuan akhirnya tetap sama: kesejahteraan masyarakat Bumi Flobamorata.
Hal itu disampaikan dalam siaran pers Biro Adpim, Senin (14/9/2026) berjudul “Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari Masa ke Masa: Program Berbeda, Tujuan yang Sama”.
“Kalau kita melihat perjalanan NTT dari masa ke masa, setiap pemimpin membawa gagasannya masing-masing. W. J. Lalamentik membuka jalan; meletakkan dasar; membidani lahirnya tanah NTT,” ujar Abri Kore.
*Dari Lalamentik Hingga El Tari*
Estafet dimulai dari Gubernur pertama *W.J. Lalamentik (1958-1966) dengan motto “Semua kesulitan itu ada untuk dipecahkan” yang fokus menata 12 daerah tingkat II dan pembentukan kecamatan.
Dilanjutkan legenda El Tari (1966-1978) dengan motto abadi “Tanam, Tanam, Sekali Lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi”* yang mendorong swasembada pangan dan penghijauan melalui Gerakan Desa Gaya Baru.
Ben Mboi Hingga Tallo: Fondasi Terpadu
*Ben Mboi (1978-1988)* dokter sekaligus jenderal ini dikenal dengan *Panca Program*: Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), dan Operasi Nusa Sehat (ONS) plus penguatan KUD.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












