*Hendrikus Fernandez (1988-1993)* dengan GEMPAR dan GERBADES fokus peningkatan pendapatan rakyat dari potensi lokal.
*Herman Musakabe (1993-1998)* mewariskan kebijakan paling membekas: *tenun ikat sebagai seragam ASN* yang menggerakkan ekonomi perajin perempuan hingga kini.
*Piet A. Tallo (1998-2008)* dengan filosofi *Tiga Batu Tungku*: Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, Kesehatan Rakyat.
*Anggur Merah Rp 817 Miliar Hingga TJPS*
*Frans Lebu Raya (2008-2018)* dengan program fenomenal *Desa Mandiri Anggur Merah*: Rp 250 juta per desa, total *Rp 817,5 miliar untuk 3.270 desa* mulai 2011.
*Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Nae Soi (2018-2023)* dengan pariwisata Labuan Bajo sebagai prime mover, field leadership, dan *Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS)*.
Setelah masa transisi Robert Simbolon, Ayodhia Kalake, dan Andriko Susanto, estafet kini di tangan Melki Laka Lena-Johni Asadoma (2025-2030)* dengan semangat “Ayo Bangun NTT”* dan Dasa Cita: NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, Berkelanjutan.
*Tidak Mulai dari Nol*
Abri Kore menegaskan sejarah NTT tidak terputus.
“Estafet itu artinya kita tidak memulai semuanya dari nol. Setiap pemimpin menerima apa yang sudah dikerjakan sebelumnya, kemudian menghadapi persoalan yang berbeda pada masanya, memberikan gagasan dan kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, lalu menyerahkannya kepada kepemimpinan berikutnya. Di situlah kesinambungan pembangunan itu terjadi,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












