Hukum  

Yusinta Ningsih Nenobahan Bantah Fitnah Penipuan Proyek Rp7 Miliar

Avatar photo
IMG 20251002 WA0028

KR – Yusinta Ningsih Nenobahan Syarief dengan tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya terlibat dalam dugaan penipuan proyek fiktif senilai Rp7 miliar.

Bantahan tersebut dengan modus mengatasnamakan Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Tudingan itu, menurut Yusinta, beredar lewat tulisan di platform Kompasiana.

Ia menekankan bahwa Kompasiana bukan media berita resmi seperti Kompas.com atau NTTPedia.id, melainkan blog/jurnalisme warga yang tidak terikat kaidah jurnalistik.

Karena itu, Yusinta menyebut isi tulisan tersebut adalah narasi sesat yang sengaja dimainkan pihak tertentu untuk merusak nama baiknya.

“Saya tidak pernah melakukan penipuan, apalagi mencatut nama Kemenhan. Tuduhan itu bohong dan mencemarkan nama baik saya maupun keluarga saya,” tegas Yusinta dalam keterangan resminya, Jumat (2/10/2025).

Baca Juga :  Alasan Berkas Perkara AKBP Fajar Dikembalikan Kejati NTT

Yusinta juga mengingatkan bahwa Kemenhan adalah institusi resmi negara yang dipimpin oleh purnawirawan TNI dan diisi prajurit aktif yang bekerja dengan tulus untuk bangsa.

“Mustahil saya berani menggunakan nama Kemenhan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Saat ini, Yusinta tengah berada di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjalankan sejumlah kegiatan kemanusiaan.

Namun, di tengah aktivitas sosialnya, ia justru diserang dengan fitnah yang dinilainya bermuatan politik.

“Mungkin bagi yang menuding, tujuan mereka adalah mendiskreditkan saya untuk maksud politik tertentu. Saya mengingatkan agar pihak-pihak yang ingin membuat kekisruhan berhenti membangun narasi menyesatkan,” kata Yusinta.

Baca Juga :  Gerak Cepat! Polsek Lobalain Tangkap Enam Pelaku Pengeroyokan

Ia menegaskan kehadirannya di NTT bukan untuk investasi politik masa depan, melainkan murni panggilan hati untuk kampung halaman.

“Kegiatan kemanusiaan yang saya lakukan di NTT jangan dipandang sebagai agenda politik. Saya datang karena terpanggil. Ini tanah kelahiran saya, dan di sinilah saya ingin bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.

Merasa dirugikan, Yusinta memastikan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan kabar bohong tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya informasi tanpa verifikasi.

“Saya akan menempuh langkah hukum untuk membela nama baik saya. Saya mengimbau publik agar lebih berhati-hati dan selalu melakukan verifikasi atas setiap informasi,” pungkasnya.

Reporter:HN/EL (Tim)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung