Oleh: Wahid Aman
Ketua PPMN NTT
KR– Di era modern ini, pentingnya literasi dan numerasi selalu digaungkan. Namun, literasi seringkali dipersempit hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Padahal, literasi memiliki makna yang lebih luas, yakni kemampuan mengakses, memahami, dan mengolah informasi secara kritis serta mampu mengambil keputusan tepat berdasarkan permasalahan yang dihadapi.
Sementara itu, numerasi melibatkan kemampuan menggunakan simbol-simbol matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Pertanyaannya, sejauh mana kemampuan membaca peserta didik dalam memahami teks di berbagai bentuk?
Di tingkat Sekolah Dasar (SD), khususnya kelas 1 dan 2, pertanyaan yang relevan adalah:
“Sudahkah anak mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, dan membaca lancar?”
Untuk kelas 4, 5, dan 6, pertanyaannya lebih mendalam: “Sudahkah Anda membaca lancar dan memahami isi teks?”
Bagi siswa yang sudah bisa membaca lancar, tantangan berikutnya adalah pemahaman. Apa yang dipahami dari teks?
Apakah siswa mampu menjelaskan kembali apa yang mereka baca?
Siswa di jenjang SMP dan SMA/SMK menghadapi tantangan lebih kompleks dengan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) atau AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang melatih mereka bernalar kritis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












