Membaca: Kompetensi Dasar Literasi yang Cenderung Diabaikan

Avatar photo
IMG 20241002 WA0022

Oleh: Wahid Aman

Ketua PPMN NTT

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

KR– Di era modern ini, pentingnya literasi dan numerasi selalu digaungkan. Namun, literasi seringkali dipersempit hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis.

Padahal, literasi memiliki makna yang lebih luas, yakni kemampuan mengakses, memahami, dan mengolah informasi secara kritis serta mampu mengambil keputusan tepat berdasarkan permasalahan yang dihadapi.

Sementara itu, numerasi melibatkan kemampuan menggunakan simbol-simbol matematika untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  MPLS SMK Negeri Badarai Resmi Ditutup, Kepsek Ajak Siswa Berani Tampil

Pertanyaannya, sejauh mana kemampuan membaca peserta didik dalam memahami teks di berbagai bentuk?

Di tingkat Sekolah Dasar (SD), khususnya kelas 1 dan 2, pertanyaan yang relevan adalah:

“Sudahkah anak mengenal huruf, membaca suku kata, membaca kata, dan membaca lancar?”

Untuk kelas 4, 5, dan 6, pertanyaannya lebih mendalam: “Sudahkah Anda membaca lancar dan memahami isi teks?”

Baca Juga :  Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UMK Observasi Psikologi Pendidikan di SLBN Kota Radja Kupang

Bagi siswa yang sudah bisa membaca lancar, tantangan berikutnya adalah pemahaman. Apa yang dipahami dari teks?

Apakah siswa mampu menjelaskan kembali apa yang mereka baca?

Siswa di jenjang SMP dan SMA/SMK menghadapi tantangan lebih kompleks dengan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) atau AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) yang melatih mereka bernalar kritis.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung