Membaca: Kompetensi Dasar Literasi yang Cenderung Diabaikan

Avatar photo
IMG 20241002 WA0022

Minimnya layanan perpustakaan yang modern juga menambah masalah ini.

Fakta menunjukkan bahwa lebih banyak guru dan siswa membuka ponsel daripada membuka buku.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Walaupun upaya memperbaiki perpustakaan dan menyediakan bahan bacaan terus dilakukan, tantangan terbesar tetap ada: menyadarkan guru dan siswa tentang pentingnya membaca.

Dampak Rendahnya Minat Baca

Baca Juga :  Universitas Muhammadiyah Kupang Jadi Rumah Multikultural di NTT

Jika masalah membaca di sekolah tidak diatasi, ini akan berdampak pada mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi.

Lulusan sarjana yang rendah minat bacanya akan melahirkan generasi baru dengan kebiasaan serupa.

Jika hal ini terus berlangsung, bagaimana masa depan kecerdasan masyarakat Indonesia?

Kita berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru dapat membawa perubahan besar.

Baca Juga :  Kolaborasi UPG 45 NTT dan Pemkab Kupang, Dukung Tri Dharma dan SDM Unggul

Kepada para pegiat literasi, beban mencerdaskan anak bangsa ada di pundak Anda.

Bergabunglah dalam Gerakan Literasi Nasional (GLN) dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan minat baca peserta didik, terutama di jenjang SD.

Salam Literasi!!

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung