Membaca: Kompetensi Dasar Literasi yang Cenderung Diabaikan

Avatar photo
IMG 20241002 WA0022

Soal HOTS dirancang dengan menggunakan Kata Kerja Operasional (KKO) level 4, 5, dan 6 serta stimulus yang sesuai.

Menumbuhkan Kebiasaan Membaca Sejak Dini

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Guru SD memiliki peran vital dalam menanamkan kebiasaan membaca sejak kelas 1. Di kelas 2, kebiasaan ini harus diperkuat. Pada kelas 3, siswa diharapkan sudah mampu membaca lancar.

Sementara di kelas 4, fokusnya adalah memahami teks yang dibaca.

Baca Juga :  Berikut Link Pendaftaran Mahasiswa Baru Poltekkes Kemenkes Kupang Tahun Akademik 2025/2026

Kemampuan ini penting agar siswa dapat memahami dan menjelaskan kembali isi teks yang dibaca, sekaligus menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, ada dua masalah utama dalam literasi:

Rendahnya minat baca peserta didik.Siswa membaca tetapi tidak memahami apa yang mereka baca.

Oleh karena itu, Gerakan Membaca Buku (GMB) setiap hari Sabtu harus terus disosialisasikan di sekolah-sekolah.

Sayangnya, kita sering salah kaprah dengan menganggap bahwa kurangnya perpustakaan dan bahan bacaan adalah masalah utama.

Baca Juga :  Thomas Swalar Apresiasi, Siswa Lembata Hidupkan Jiwa Puisinya

Padahal, masalah utama justru terletak pada rendahnya minat baca dan ketidakmampuan siswa memahami apa yang mereka baca.

Meningkatkan Minat Baca di Sekolah

Banyak sekolah sudah memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang cukup.

Namun, minat baca tidak meningkat. Banyak guru dan siswa tidak tertarik membaca buku di perpustakaan atau sudut baca di kelas, lebih memilih mencari informasi melalui gawai.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung