Thomas Swalar Apresiasi, Siswa Lembata Hidupkan Jiwa Puisinya

Avatar photo
IMG 20251003 WA01241

Iringan musik yang lembut memperkuat suasana melankolis, berpadu harmonis dengan tema laut dan kehidupan yang diangkat dalam puisi.

Walau ada beberapa bagian tempo dan nada yang masih perlu diperbaiki, kejujuran ekspresi Nurul Ina membuat pertunjukan tersebut tetap menyentuh hati penonton.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Thomas Swalar, musikalisasi puisi bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi aksi kebudayaan.

“Ketika generasi muda seperti Nurul Ina berani membawa karya sastra lokal ke panggung, itu tanda bahwa sastra Lembata masih berdenyut,” ungkapnya.

Baca Juga :  MPLS SMK Negeri Badarai Resmi Ditutup, Kepsek Ajak Siswa Berani Tampil

Penampilan Nurul Ina menjadi jembatan antara generasi muda dan sastra daerah, menjadikan puisi lokal tidak hanya dibaca, tetapi juga dihidupkan kembali dalam bentuk nyanyian.

Upaya ini penting di tengah arus globalisasi yang kerap mengikis tradisi lisan daerah.

Keberanian Nurul Ina menunjukkan suara dan identitas kultural generasi muda Lembata yang masih berakar pada tanah dan laut leluhur.

Baca Juga :  21 Guru Katolik Lembata Sandang Sertifikat Pendidik Profesional

Melalui “Nyanyian Negeri Paus”, Nurul Ina membuktikan bahwa puisi dapat menjadi nyanyian jiwa dan bahasa hati, menautkan manusia dengan alam sekitarnya.

Suaranya menjadi gema kesadaran ekologis dan kultural pesannya bahwa Lembata masih bernyanyi, dan para pemudanya siap meneruskan lagu kehidupan itu.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung