Menjawab Panggilan Hidup di SMAK Santo Yakobus Lewoleba: Imam atau Jalan Lain?

Avatar photo
WhatsApp Image 2024 12 22 at 12.36.59
Foto bersama Siswa Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Yakobus Rasul Lewoleba.

KR – Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Yakobus Rasul Lewoleba adalah salah satu lembaga pendidikan unggulan di bawah naungan Yayasan “Pendidikan Berkat Sabda-Mu”.

Sekolah ini resmi berdiri pada 25 Juli 2013 di masa kepemimpinan Bupati Yance Sunur, dengan visi memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai Katolik.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Jacobus Kia, S.Ag biasa di panggil Pak Jack, selaku Ketua Yayasan menceritakan perjalanan mendirikan sekolah ini penuh tantangan.

Baca Juga :  Sabda Jadi Nafas, BKSN 2025 Lembata Berbuah Berkat

Namun, dengan tekad yang didasarkan pada iman Katolik, SMAK Santo Yakobus hadir sebagai wujud kecintaan terhadap generasi muda di Lembata.

Jacobus menjelaskan bahwa SMAK Santo Yakobus dirancang seperti seminari, di mana siswa perempuan dan laki-laki belajar bersama.

Kurikulum yang diterapkan meliputi kurikulum nasional dan kurikulum khusus yang menjadi ciri khas sekolah ini.

Baca Juga :  Prestasi Siswa SMAN 1 Elar, Bukti Kerja Keras dan Bimbingan Guru Berbuah Manis

“Kami ingin membentuk siswa dengan karakter kuat sebagai seorang Katolik. Selain pelajaran kurikulum nasional, siswa juga mendapat pendidikan khas seperti Kitab Suci, Liturgi, Sejarah Gereja, Bahasa Latin, dan Pendidikan Moral Katolik. Ini menjadikan mereka siap untuk melanjutkan ke perguruan tinggi umum maupun seminari tinggi,” ungkap Jacobus Kia pada Minggu,22 Desember 2024.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung