KR – Dalam panggung sederhana namun penuh makna, Nurul Ina Kewa, siswi kelas X-1, tampil membawakan musikalisasi puisi “Nyanyian Negeri Paus” karya penyair asal Lembata, Thomas Krispianus Swalar.
Tampil dengan keteduhan sekaligus keberanian, Nurul Ina berhasil memukau para penonton dan mendapatkan apresiasi mendalam dari sang penyair.
Thomas Swalar Guru SMAN 1 Nagawutung menilai bahwa penampilan Nurul Ina bukan sekadar membacakan puisi, melainkan menghidupkan roh puisi melalui suara dan rasa.
“Ia bukan sekadar membacakan, tetapi berusaha menghidupkan roh puisinya. Ada keteduhan, keberanian, dan kejujuran artistik di sana,” ujar Thomas Swalar pada Minggu,5/05/2025.
Puisi “Nyanyian Negeri Paus” sendiri menggema sebagai simbol budaya Lembata, daerah yang lautnya bukan hanya sumber hidup, tetapi juga ruang spiritual masyarakat.
Melalui lirik-lirik puitisnya, karya ini mengajak pendengar menyelami relasi manusia dan alam, di mana paus menjadi simbol penjaga keseimbangan semesta.
Dalam penampilannya, Nurul Ina menyalurkan makna-makna itu lewat suara yang lembut dan ekspresi sederhana namun tulus.
Gestur tenangnya memperlihatkan bahwa kekuatan penampilan terletak pada makna, rasa, dan kejujuran artistik, bukan teatrikalitas berlebihan.












