Karya wisata ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung implementasi nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Dawan.
Interaksi langsung ini memperkuat pemahaman terhadap sistem sosial, norma, dan pranata adat yang masih terpelihara dengan baik.
“Metode ini mendekatkan mahasiswa pada realitas sosial, memperkuat empati, dan membuka wawasan tentang pentingnya pelestarian budaya lokal dalam arus modernisasi,” tambah Idris.
Dengan pendekatan yang holistik ini, Universitas Muhammadiyah Kupang menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi sosiolog muda yang tangguh, adaptif, dan peka terhadap dinamika sosial-budaya di sekitarnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












