Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UMK Observasi Psikologi Pendidikan di SLBN Kota Radja Kupang

Avatar photo
IMG 20250521 WA0094

KR – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) melakukan kegiatan observasi langsung di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Radja Kupang pada Rabu, 21 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan pemahaman teori psikologi pendidikan, khususnya pada peserta didik berkebutuhan khusus.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Observasi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap psikologi siswa disabilitas, mulai dari perkembangan karakter, sikap, dan tingkat pengetahuan siswa hingga strategi pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik.

Mahasiswa secara aktif mempelajari berbagai pendekatan yang diterapkan di SLB yang tentunya berbeda dengan sekolah reguler pada umumnya.

SLBN Kota Radja Kupang dikenal sebagai sekolah inklusif yang menampung berbagai jenis ketunaan, seperti tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme, dari jenjang SD hingga SMA.

Baca Juga :  Warmansyah Dorong Program Strategis untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dengan sistem satu atap, sekolah ini menuntut keterlibatan guru yang profesional dan memahami secara mendalam kondisi serta potensi masing-masing siswa.

Menurut Ibu Ratna, selaku bagian Kesiswaan SLBN Kota Radja Kupang, bahwa setiap anak memiliki perbedaan dalam menyerap informasi.

Ada yang cenderung mudah marah, cepat emosi, bahkan beberapa memiliki respon yang lambat terhadap instruksi lisan. Maka, strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis ketunaan masing-masing.

“Pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua dalam membimbing perkembangan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas,”ungkapnya.

Tantangan yang dihadapi guru di sekolah berkebutuhan khusus menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.

Baca Juga :  PWM NTT Gelar Lomba Voli dan Tarik Tambang Meriah

Ibu Efi, salah satu guru Bahasa Indonesia di kelas VII C khusus tunagrahita, menjelaskan, beberapa siswa mengalami kesulitan membedakan huruf dan menulis.

“Kita memberikan pemahaman secara berulang-ulang, agar mereka mampu mengikuti pelajaran sesuai kemampuan mereka,” tambahnya.

SLBN Kota Radja Kupang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan bakat dan keterampilan siswa.

Pendidik berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa menghasilkan inovasi dan prestasi.

Pendidikan inklusif yang dijalankan terbukti menciptakan ruang yang mendorong anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang secara optimal.

Kegiatan observasi ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UMK tentang pentingnya pendekatan psikologi pendidikan dalam membentuk proses pembelajaran yang humanis dan adaptif bagi semua kalangan.( **/Heri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung