Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah rencana awal seperti pemetaan wilayah kerja, perekrutan personil investigatif, serta sinergi dengan aparat dan lembaga lainnya yang relevan.
Salah satu poin penting yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah pentingnya membangun struktur organisasi yang tidak hanya jelas dan efektif, tetapi juga transparan dan partisipatif.
LIN menargetkan agar semua pengurus terlibat aktif dalam setiap agenda, mulai dari proses investigasi awal hingga laporan akhir yang akan disampaikan kepada publik dan pihak berwenang.
“Kami ingin membangun organisasi yang tangguh, tetapi juga terbuka dan kolaboratif. Tidak ada kerja sendiri-sendiri dalam lembaga ini, semua harus satu suara dan satu langkah,” tambah Frans.
LIN juga akan membentuk berbagai devisi kerja sesuai dengan bidang investigasi, seperti investigasi sosial, administrasi pemerintahan, pengawasan proyek, serta sektor pelayanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
Sebagai provinsi yang memiliki berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses informasi dan rendahnya transparansi publik, NTT menjadi ladang penting bagi kerja investigatif.
“Kerja investigasi bukan hanya soal mencari kesalahan, tetapi tentang memperbaiki sistem. Di sinilah peran kami menjembatani antara fakta dan perubahan,” Jelas Frans.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








