Lewat Program OVOP, Gubernur NTT Dorong Emping Jagung Nobi-Nobi Jadi Produk Pasar Modern

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260509 WA0010
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat menutup kegiatan pelatihan dan penyerahan alat pembuatan emping jagung bagi kelompok UMKM yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT di Desa Nobi-Nobi, Kamis (7/5/2026)

“Kalau TTS berubah, maka NTT ikut berubah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Selatan Eduard Markus Lioe menilai program pelatihan dan bantuan alat produksi tersebut menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat desa di TTS.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurut Eduard, selama ini masyarakat TTS memiliki hasil pertanian dan produk lokal melimpah seperti jagung, kacang, tenun ikat, dan kerajinan tangan, namun sering mengalami kesulitan dalam pemasaran dan distribusi produk.

Baca Juga :  DJP Nusa Tenggara : Realisasi Pajak NTT Hingga Akhir Maret 2026 Capai Rp482,01 miliar, Tumbuh 29,1 %

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi tonggak penting kebangkitan ekonomi kerakyatan di desa,” katanya.

Ia mengatakan keberadaan gerai pemasaran seperti NTT Mart diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan menjual hasil produksinya.

“Kita tidak boleh lagi bingung menjual hasil bumi dan produk masyarakat karena sekarang mulai dibangun jalur pemasaran yang lebih jelas,” ujarnya.

Baca Juga :  Wamen PANRB Puji NTT Mart : UMKM Lokal Makin Naik Kelas

Eduard juga meminta perangkat daerah terkait segera membantu pelaku UMKM mengurus legalitas produk seperti izin edar, sertifikasi halal, standar kemasan, hingga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar modern.

“Saya tidak mau ada produk TTS ditolak karena kualitas kemasan atau izinnya belum lengkap. Semua harus dibantu sampai siap masuk pasar,” tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung