Ia mencontohkan produk jagung curah yang sebelumnya dijual sekitar Rp2.000 dapat meningkat menjadi Rp5.000 setelah dikemas dengan baik.
“Kalau hanya dijual biasa nilainya kecil. Tapi ketika dikemas dengan baik, orang membeli karena melihat produk ini menarik. Keuntungan tambahan itu masuk ke masyarakat dan UMKM,” ujarnya.
Melki menegaskan penguatan kemasan dan pemasaran menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi desa di NTT. Karena itu, produk-produk lokal hasil UMKM desa nantinya akan dipasarkan melalui jaringan NTT Mart agar memiliki akses pasar lebih luas dan bisa menjadi oleh-oleh khas daerah.
“Emping jagung dari Desa Nobi-Nobi ini nanti bisa dijual di NTT Mart supaya dikenal lebih luas sebagai makanan khas Timor Tengah Selatan,” katanya.
Selain membantu peralatan produksi, Melki juga meminta masyarakat mulai membangun sistem usaha bersama yang memberi dampak langsung bagi desa. Ia mengusulkan sebagian keuntungan usaha disisihkan untuk mendukung pembangunan desa dan membantu pemerintah desa memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Saya usul keuntungan usaha ini juga dibagi sedikit untuk desa supaya desa ikut berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.
Dalam arahannya, Melki menegaskan program OVOP menjadi strategi Pemprov NTT membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Setiap desa didorong memiliki satu produk unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












