Lewat Program OVOP, Gubernur NTT Dorong Emping Jagung Nobi-Nobi Jadi Produk Pasar Modern

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260509 WA0010
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat menutup kegiatan pelatihan dan penyerahan alat pembuatan emping jagung bagi kelompok UMKM yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi NTT di Desa Nobi-Nobi, Kamis (7/5/2026)

“Kalau Desa Nobi-Nobi sudah punya emping jagung sebagai produk unggulan, maka itu harus terus didorong sampai orang kenal emping jagung Nobi-Nobi,” katanya.

Ia juga memperluas konsep tersebut ke sektor pendidikan melalui program One School One Product. Menurutnya, setiap SMA dan SMK di NTT nantinya didorong memiliki produk unggulan masing-masing sesuai potensi daerah.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Sekolah-sekolah juga harus punya produk unggulan sendiri. Bisa makanan olahan, kerajinan, atau produk lain sesuai potensi daerah,” ujar Melki.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Resmikan 1.061 KDKMP, Desa Kini Punya Gudang & Kredit Murah

Pada kesempatan itu, Melki menjelaskan Pemprov NTT saat ini menjalankan program bantuan sekitar Rp100 juta per desa bagi desa-desa yang dinilai memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan. Bantuan diberikan dalam bentuk pelatihan, pendampingan, penyediaan alat produksi, hingga akses pemasaran.

Ia menyebut seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov NTT juga diwajibkan memiliki desa dampingan sebagai bagian dari program percepatan pembangunan desa.

Baca Juga :  Pemprov NTT Apresiasi Pemetaan Ekosistem Kewirausahaan Iklim di Indonesia Timur 

“Setiap OPD kami minta punya desa dampingan. Tahap pertama ada sekitar 120 desa yang dibantu. Kita ingin perubahan ekonomi benar-benar bergerak dari desa,” katanya.

Melki bahkan menyebut TTS menjadi salah satu daerah penting dalam agenda pembangunan ekonomi NTT karena memiliki potensi pertanian dan sumber daya masyarakat yang besar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung