Gubernur Melki: Gereja dan Pemerintah Harus Bersatu Atasi Kemiskinan NTT

Avatar photo
Reporter : Ivan Wuran
IMG 20260508 WA0013
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat menghadiri Sidang Majelis Daerah (SMD) Khusus Gembala Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI NTT di Aula Hotel Bahagia Dua, Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (7/5/2026).

Ia bahkan menyinggung sejarah lahirnya Pancasila yang menurutnya tidak terlepas dari kontribusi masyarakat NTT ketika Presiden pertama RI Soekarno menjalani masa pengasingan di Ende, Flores.

“Orang sering bertanya apa sumbangan terbesar NTT untuk Indonesia. Saya katakan salah satunya adalah membantu Bung Karno menemukan Pancasila saat di Ende. Dari sana lahir pemahaman bahwa bangsa ini harus dibangun dalam keberagaman dan gotong royong,” kata Melki.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Menurutnya, nilai gotong royong dalam Pancasila memiliki kesamaan dengan ajaran Yesus Kristus tentang pentingnya hidup bersama dan saling melayani.

Baca Juga :  Wali Kota - KPP Pratama Perkuat Sinergi, Tingkatkan Kepatuhan Pajak ASN, Pelaku Usaha & Perluas Wajib Pajak Baru di Kota Kupang

“Dari awal para pendiri bangsa sudah meletakkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kita harus membuka tangan, bergandengan tangan dan membangun bersama,” ujarnya.

Melki juga menilai forum SMD GBI NTT tidak sekadar menjadi agenda organisasi gereja, tetapi ruang refleksi bersama untuk memperkuat pelayanan dan persatuan.

Ia berharap hasil sidang tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam pelayanan jemaat dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga :  Batam Jadi Rujukan FTZ, Amsakar Bahas Kerja Sama dengan NTT

“Saya percaya keputusan-keputusan yang dihasilkan dari sidang ini bukan hanya dokumen organisasi, tetapi buah nyata yang bisa dipraktikkan dalam pelayanan dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung