“Saya berterima kasih karena GBI menunjukkan bahwa gereja bukan hanya bermakna bagi jemaatnya sendiri, tetapi juga berdampak bagi masyarakat sekitar dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Melki secara khusus mengapresiasi keterlibatan GBI dalam membantu pengembangan ekonomi jemaat dan masyarakat sekitar gereja. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan fokus Pemerintah Provinsi NTT yang saat ini menempatkan penguatan ekonomi masyarakat sebagai prioritas pembangunan.
“Banyak persoalan di NTT terjadi karena kemiskinan. Orang tidak bisa sekolah karena miskin, banyak persoalan sosial juga berakar dari ketidakberdayaan ekonomi. Karena itu kami ingin fokus membangun ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov NTT saat ini menjalankan visi pembangunan “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan” yang diperkuat dengan semangat kolaborasi lintas sektor.
Menurut Melki, salah satu pilar penting dalam pembangunan daerah adalah kolaborasi antara pemerintah, gereja, komunitas, dan masyarakat.
“Spirit kolaborasi itu kami sebut ‘Ayo Bangun NTT’. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Semua pihak harus terlibat untuk membangun daerah ini bersama-sama,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Melki juga menekankan pentingnya nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mengaitkan semangat itu dengan nilai-nilai Pancasila dan ajaran gereja tentang kebersamaan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












