KR – Pagi yang biasanya dipenuhi suara langkah, sapaan, serta hidangan sederhana dari tangan seorang ibu, berubah menjadi pagi yang penuh air mata.
Gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu dini hari, 15 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam bagi sejumlah keluarga.
Gempa berkekuatan 7,7 dilaporkan terjadi di sejumalah daratan Flores, NTT.
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat, sementara ratusan rumah disebut terdampak akibat dahsyatnya guncangan.
Namun, di tengah kepanikan itu, ada kehilangan yang tidak bisa digambarkan hanya dengan angka.
Pagi yang Tak Lagi Sama
“Ibu, setiap pagi engkau menyiapkan kami makan dan minum. Bapa, kami sangat merindukan suaramu yang selalu mengubah suasana pagi menjadi indah.”
Kini, suara itu hanya tinggal kenangan.
Bapa dan mama yang selama ini menjadi tempat anak-anak pulang, pagi itu justru terbaring dan tak lagi bisa dibangunkan.
“Suasana apa ini, Tuhan? Apa yang salah dengan dosa Bapa dan Mama? Kami tidak bisa membangunkan kedua orang tua kami lagi. Kami kehilangan sekali.”
Pagi yang seharusnya menjadi awal kehidupan, berubah menjadi awal dari sebuah kehilangan yang mungkin akan mereka bawa sepanjang hidup.
Duka Mendalam dari Kampung Welong
Kabar duka juga datang dari Kampung Welong, Desa Wae Mulu, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










