Surat Cinta Untuk Kolisia: Dari Tanjung di Sikka, Andyka Erwin Naing Menanam Rindu di Jantung Kota Kupang

Reporter : Ivan Wuran
foto media online
Andyka Erwin Naing (kanan, memegang bendera merah putih) bersama sahabatnya saat berada di bukit Liaga, Tanjung Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten SIKKA, Nusa Tenggara Timur. (Foto.dok. Istimewa)

“Tapi Puji Tuhan, beta masih bisa bertahan,” katanya sambil tersenyum.

Bertahan, bukan karena ia pedagang yang hebat. Tapi karena ia penjaga rindu yang setia. Ia menjaga agar nama sebuah desa kecil di Sikka tetap hidup, menyala di bawah lampu-lampu bambu di Jl. Palapa.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dari Kolisia B, ia ingin berbisik kepada semua orang Kupang: Maumere itu indah. Jalan ke sana mudah. Dan di seberang desanya, ada sebuah bukit bernama Bukit Liaga, tempat yang katanya Tuhan ciptakan dengan tangan-Nya sendiri, begitu indah namun belum terjamah.

Baca Juga :  Hari Ini Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Beberapa Wilayah NTT

Malam itu di Cafe Tanjung Kolisia Kupang, Andyka Erwin Naing tidak sedang berjualan kopi. Ia sedang mengundang kita untuk pulang. Pulang melihat NTT kita sendiri.

Karena pada akhirnya, cafe ini bukan tentang Kupang atau Maumere. Ini tentang seorang anak Kupang yang jatuh cinta pada sebuah tanjung di Sikka, dan memutuskan untuk tidak pernah melupakannya.

Baca Juga :  Peringatan Cuaca Ekstrem di NTT 17–19 November 2025

 

(ran)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp KabarTimor.Com

+ Gabung